Mengapa sektor pendidikan harus menjadikan keamanan siber sebagai prioritas

Baru-baru ini, tersiar kabar bahwa laptop dikeluarkan untuk anak-anak yang rentan untuk mendukung pembelajaran online jarak jauh mereka (terbuka di tab baru) telah terinfeksi dengan strain malware (terbuka di tab baru) ditautkan ke server di Rusia. Skandal itu berfungsi sebagai peringatan keras untuk sektor pendidikan, dan pengingat bahwa itu akan terus menjadi sasaran berbagai aktor jahat baru, seperti halnya sektor-sektor utama lainnya.

Skala ancaman ini seharusnya tidak menjadi berita bagi mereka yang bekerja di industri ini. Sebuah studi sebelumnya tentang keamanan siber (terbuka di tab baru) pelanggaran di sektor ini mengungkapkan bahwa 59% sekolah dan lembaga pendidikan Inggris yang mengkhawatirkan melaporkan keamanan (terbuka di tab baru) pelanggaran atau serangan dalam 12 bulan sebelumnya, dibandingkan dengan 46% bisnis. Di pendidikan tinggi saja, 57% institusi mengidentifikasi serangan atau pelanggaran setidaknya seminggu sekali, menunjukkan volume dan konsistensi ancaman yang ditimbulkan pada semua tingkat pendidikan.